Jika anda mempunyai laptop atau netbook yang sekarang sedang booming, mungkin tulisan ini akan membuat anda untuk mulai berhati-hati dalam penggunaan komputer jenis portable ini. Alasan utama kenapa komputer jenis laptop dibeli oleh seseorang tentu karena sifatnya yang portable, mudah dibawa kemana-mana, entah memang diperlukan atau untuk trend gaya hidup saja.
Tapi tahukah anda bahwa apapun alasannya, dalam kurun waktu yang singkat sering terjadi pemilik laptop harus merogoh kocek hampir 1/3 dari harga laptop baru agar bisa tetap menggunakan laptopnya untuk tujuan yang seperti saya sebutkan di atas?
Bermula ketika saya mempunyai sebuah laptop TOSHIBA. Dalam kurun waktu sekitar 1 tahun pemakaian, hampir mustahil bagi saya untuk menggunakan laptop ini di luar ruangan lagi karena baterai sudah tidak mampu mensuplai daya lebih dari 10 menit pemakaian. Baterai drop, itu yang diistilahkan oleh orang tehnik. Tidak ada yang bisa dilakukan selain mengganti baterai dengan yang baru. Harga baterai baru pun cukup mengejutkan waktu itu, hampir mendekati angka Rp1.5juta atau hampir 1/3 dari harga laptop itu sendiri. Wah, ini sangat berat.
Berturut-turut dalam waktu 5 tahun terakhir saya mengganti laptop TOSHIBA ini dengan merek lain yaitu COMPAQ, DELL, ACER dan yang terakhir dan masih bertahan sampai sekarang adalah MSI.
Bisa anda tebak, dari semua merek diatas, komponen laptop yang paling mudah rusak dalam pemakaian normal harian adalah baterai! Apa yang salah? Semua instruksi dari buku panduan pengguna telah saya ikuti dengan hati-hati tapi dari semua komponen laptop, tetap saja baterai yang pertama kali tutup usia!
Baiklah, mungkin sudah cukup ceritanya, sekarang langsung pada inti tulisan saya kali ini.
Dalam pemakaian laptop secara normal, baterai adalah komponen yang paling rentan untuk rusak atau punya performa yang semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Mau atau tidak mau, semua baterai laptop pasti akan mengalami penurunan fungsi dan suatu saat harus diganti dengan yang baru. Tapi dengan mengetahui cara penggunaan dan perawatan baterai yang tepat, kita bisa memperlambat proses penurunan fungsi baterai ini sampai batas maksimal.

REFERENSI:
batteryuniversity.com adalah sebuah website di internet yang memang didedikasikan untuk mempelajari, mengulas dan memberi pengetahuan kepada masyarakat umum tentang apa, bagaimana dan untuk keperluan apa setiap jenis baterai diciptakan. Dari sini anda bisa mempelajari apapun jenis baterai yang ada dan untuk peralatan apa saja suatu jenis baterai diperlukan.
Tapi jika anda kesulitan mempelajarinya karena faktor bahasa (semua artikel mereka dalam bahasa Inggris, tentunya) ataupun anda merasa bahwa anda bukanlah orang teknik yang memerlukan semua info di sana (pengetahuan baterai yang di bahas di sana memang bukan untuk laptop saja melainkan semua jenis baterai, jadi mungkin anda memang tidak memerlukan semua infonya), maka berikut ini adalah rangkuman yang bisa saya tampilkan khusus untuk baterai laptop.

MITOS ‘MEMORY EFFECT’ BATERAI:
Di baterai berjenis lithium-based (tipe baterai Laptop) ini, efek memori baterai (Memory Effect) merupakan mitos, hanya berlaku untuk baterai yang lebih tua berbasis Niquel. Jadi penggunaan daya baterai sampai habis sama sekali kemudian dilanjutkan dengan mengisi (charging) baterai laptop adalah tidak benar dan bahkan berbahaya.
Baterai lithium dapat diisi kapanpun yang diinginkan, mengingat bahwa baterai jenis ini benar-benar tidak ada efek negatif dalam kinerjanya.

APAKAH BATERAI HARUS DILEPAS KETIKA MENGGUNAKAN LISTRIK A/C DARI PLN?
Jawabannya adalah: YA dan TIDAK, itu tergantung pada situasi yang ada.
Setelah baterai terisi penuh dan listrik A/C masih terpasang pada laptop adalah tidak berbahaya, karena segera setelah tingkat pengisian daya baterai mencapai 100%, baterai akan berhenti menerima pengisian energi dan energi ini langsung dilewatkan untuk sistem pasokan daya laptop.
Namun ada beberapa faktor yang harus diperhatikan ketika baterai masih menempel di soketnya saat laptop terpasang pada sumber listrik A/C, yaitu:
– Dalam penggunaan normal, jika laptop tidak terlalu panas (CPU dan Hard Disk sekitar 40ºC s/d 50ºC) baterai harus tetap di socket laptop;
– Dalam intensif penggunaan yang mengarah kepada sejumlah besar panas yang dihasilkan (misal Games, suhu di atas 60ºC) maka baterai harus dilepas dari soket laptop untuk mencegah pemanasan yang tidak diinginkan karena panas adalah musuh besar baterai lithium.

SIKLUS PEMAKAIAN DAN PENGISIAN BATERAI:
Pemakaian habis daya baterai (sampai laptop mati sendiri, 0%) harus dihindari, karena ini sangat memberatkan kinerja baterai dan bahkan dapat menimbulkan kerusakan.

Dianjurkan untuk melakukan pemakaian parsial/bertahap sampai dengan tingkat kapasitas yang tersisa 20 ~ 30% dan sering diisi, bukannya melakukan pemakaian sampai habis lantas diikuti dengan pengisian penuh.

KALIBRASI BATERAI:
Baterai laptop memiliki sensor pengukur kapasitas yang memungkinkan kita untuk mengetahui dengan tepat jumlah energi yang tersimpan. Namun, karena siklus pengisian / pemakaian, sensor ini cenderung tidak akurat lagi dan perlu dikalibrasi.
Beberapa BIOS laptop telah menambahkan fungsi untuk mengkalibrasi kembali sensor baterai ini, yang sebenarnya tidak lebih dari pengosongan lengkap diikuti oleh pengisian penuh.
Jadi untuk mengkalibrasi sensor baterai ini, setiap 30 siklus pemakaian, harus dilakukan pengosongan baterai secara non-stop, diikuti pengisian secara non-stop.
Sensor yang tidak akurat dapat mengarah pada fakta bahwa kapasitas baterai berada pada nilai-nilai yang salah. Bisa saja baterai melaporkan masih memiliki kapasitas 10% padahal sebenarnya memiliki nilai yang jauh lebih rendah, dan ini bisa menyebabkan laptop mendadak mati secara tak terduga.

BAGAIMANA CARA MELAKUKAN KALIBRASI BATERAI?
Metode yang paling tepat untuk melakukan kalibrasi baterai adalah dengan melakukan satu kali discharge penuh (dari kapasitas 100% menjadi sekitar 3%) kemudian diikuti pengisian penuh baterai.
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Isi/charging baterai sampai kapasitas maksimum (100%);
2. Saat terisi penuh, biarkan baterai “istirahat” dengan listrik A/C masih terpasang selama 2 jam atau lebih. Anda dapat menggunakan laptop biasanya dalam periode ini;
3. Masuk ke menu di Control Panel >> Power Options dan seting hibernasi otomatis untuk hibernate laptop ketika kapasitas baterai mencapai 3%;
4. Cabut listrik A/C, biarkan laptop menyala menggunakan baterai, non-stop, sampai hibernate sendiri. Anda dapat menggunakan laptop ini seperti biasa dalam periode ini.
5. Ketika laptop hibernasi sepenuhnya, biarkan laptop dalam kondisi hibernasi selama 5 jam atau bahkan lebih;
6. Pasang listrik A/C ke laptop untuk melakukan pengisian penuh baterai secara non-stop hingga kapasitas maksimum (100%). Jangan menggunakan laptop dulu sampai baterai terisi penuh;
7. Proses kalibrasi baterai telah selesai.

Cukup sampai di sini tulisan saya tentang baterai laptop ini. Semoga bermanfaat.
Pada pertemuan selanjutnya, saya akan membahas sebuah software yang bisa anda gunakan untuk menjaga kinerja baterai laptop anda secara otomatis dan akurat, sesuai dengan topik yang kita bahas tadi.
Gratis? Bermanfaat? Tentu saja, dijamin!

Diterjemahkan dan disadur dari: batterycare.bkspot.com dan batteryuniversity.com