Jika Anda yang memiliki komputer jenis desktop menilik judul artikel ini, mungkin akan beranggapan bahwa artikel ini hanya ditujukan untuk para pemilik laptop saja. Tapi bukan itu maksud dari tip sederhana ini. Tip ini cukup berguna bagi semua pemilik komputer jenis apapun, desktop maupun laptop. Hanya saja karena hard disk laptop lebih rentan untuk rusak daripada desktop, maka saya lebih menekankan tujuan dengan menambah kata ‘Laptop’ agar para pemilik laptop punya perhatian lebih dalam.
Sebenarnya, untuk menjaga agar hard disk komputer tetap pada kondisi prima dan awet tidaklah sulit. Cukup dengan melakukan pemeliharaan rutin yang bisa Anda lakukan sendiri, karena bagaimanapun, siklus hidup hard disk komputer Anda banyak bergantung pada kebiasaan Anda sendiri dalam keseharian menggunakan komputer.
Berikut adalah tiga langkah mudah yang (mungkin) Anda butuhkan dan dapat dilakukan secara teratur untuk menjamin agar hard disk komputer Anda berumur panjang:

1. Pastikan banyak ruang kosong yang tersedia di hard disk.
Merupakan ide yang baik untuk memastikan ada cukup ruang kosong pada hard disk untuk menyimpan file baru yang berkapasitas besar. Anda bisa mem-back-up file-file berukuran besar dari komputer ke media lain seperti CD-R, DVD-R, flash drive, atau drive eksternal, karena hard disk yang penuh sesak beresiko untuk rusak jauh lebih cepat.

2. Defragment hard disk secara teratur.
Jika Anda memiliki banyak file-file berukuran besar di komputer yang sering berpindah-pindah atau berubah, maka defragmentasi sangat penting pada saat ini untuk menghilangkan fragmen dari file-file tersebut. Dianjurkan untuk melakukan defragmentasi seminggu sekali. Anda bisa menggunakan fasilitas Disk Defragmenter standar bawaan Windows atau menggunakan program spesialis defragment dari pihak ketiga yang banyak beredar di luar, misalnya Smart Defrag, Advanced defrag, O & O defrag dsb.
Keunggulan program-program defragment dari pihak ketiga ini biasanya memang punya fasilitas untuk menganalisa kondisi partisi sebuah hard disk terlebih dahulu sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan fungsi utama mereka, defragment. Terlebih lagi jika hard disk yang Anda miliki berkapasitas melebihi 500GB, maka software-software pihak ketiga ini mutlak Anda gunakan untuk menghemat waktu.

3. Hapus file yang tidak perlu.
File yang tidak diperlukan dapat dengan mudah diabaikan oleh pengguna komputer, file yang tidak diinginkan ini misalnya seperti cookies yang di-download tanpa sepengetahuan Anda ketika surfing di internet. File yang tidak diinginkan ini juga bisa berasal dari sisa-sisa uninstall program dan bahkan folder yang dihapus. File-file ini secara tidak sadar akan menempati banyak ruang di hard disk dan secara serius bisa memperlambat kinerja komputer, bahkan bisa mengakibatkan berbagai kesalahan pada proses Windows dan menyebabkan Windows hang.
Cara terbaik untuk membersihkan file yang tidak diinginkan ini adalah dengan menggunakan program pembersih file-file sampah seperti CCleaner, Windows Eraser, WinCleaner dsb.

Cukup mudah untuk dimengerti dan diterapkan dalam penggunaan harian, bukan?
Semoga bermanfaat.

AcaRossa [via] EzineArticles