Windows Starter Edition adalah paket operating sistem yang sengaja di rilis oleh Microsoft untuk didistribusikan di negara-negara berkembang, seperti di Asia, termasuk Indonesia. Pun, juga dikhususkan untuk di bundle dengan pembelian unit komputer baru, semacam desktop ataupun laptop (contoh yang paling nyata di Indonesia adalah netbook dengan OS Windows Starter). Fitur yang disematkan ke dalam Windows Starter juga terbatas, seperti tidak ada fungsi Aero (Vista & 7) dan yang paling menonjol, adalah kemampuan membuka aplikasi/program yang dibatasi hanya sampai 3 jenis secara bersamaan. Tujuannya tentu saja untuk memangkas harga dan menghindari pembajakan software (Contoh: Windows Vista Starter Edition bisa kita dapatkan dikisaran harga antara Rp.200-400 ribuan).
Keterbatasan membuka aplikasi yang maksimal 3 secara bersamaan mungkin adalah kondisi yang paling tidak menyenangkan. Sungguh tidak sebanding dengan slogan “Windows Ultimate”, lebih tepat disebut “Ultimate Useless” (tidak berguna). Apa asyiknya kalau kita sedang memutar lagu pakai Winamp, menulis sesuatu di Notepad, membuka Windows Calculator, dan saat kita mencoba membuka browser untuk mencari suatu info di internet, justru peringatan seperti ini yang muncul:

Sebal? Bisa jadi. Ganti pakai Windows bajakan? Oh, no way. Ada solusinya kok!
Di atas kertas, Windows Starter Edition akan menghitung jumlah program yang berjalan bersamaan jika diluncurkan sendiri-sendiri lewat menu Windows ataupun shortcut. Namun jika program-pogram tersebut diluncurkan oleh program lain, Windows hanya akan menghitung 1 program saja yang berjalan, yaitu program utama yang meluncurkan program yang lain tadi, berapapun jumlah program yang nantinya akan diluncurkan.
Untuk itu, yang diperlukan hanyalah sebuah program yang bisa meluncurkan program lain lewat susunan menu tersendiri, atau lebih dikenal dengan sebutan ‘personal start menu’. Dan hasilnya, kita bebas menjalankan sebanyak mungkin program lewat ‘personal start menu’ ini, seperti gambar di bawah:


Program-program yang berfungsi khusus untuk meluncurkan program lain ini sudah cukup banyak beredar, dan dua diantaranya akan saya bahas sebagai contoh saja di sini.

i. PEGTOP PStart
Favorit AcaRossa yang satu ini sangat fleksibel dan cukup mudah untuk digunakan, tinggal klik kanan mouse dan luncurkan program yang diinginkan. Meskipun tampilannya bisa dibilang mirip menu klasik Windows, kemudahan seting panel untuk menambah atau mengurangi daftar program yang ada bisa diacungi jempol. Cukup seret dan lepaskan (drag ‘n drop), atau bisa dipilih sendiri lewat menu panel.

Bisa dipersonalisasi dengan mudah karena juga mendukung group atau pengelompokan menu, sangat membantu untuk menyusun menu secara terorganisir.

PEGTOP PStart sangat ringan di sumber daya CPU, dan pilihan untuk dijalankan langsung secara otomatis saat Windows mulai berjalan tentu sangat dianjurkan.

Website Resmi PStart

Link download (setup: PStartSetupXXX.exe) / (U3: PStart.u3p)

ii. SE-TrayMenu
Personal start menu yang satu ini memang punya tampilan yang lebih menarik dari pada PStart, mendukung banyak pilihan warna, tema, layout, transparansi dan sebagainya. Sangat manis dan menarik.

Seperti halnya PStart, pengaturan segala sesuatu dari SE-TrayMenu bisa dilakukan lewat seting panel yang tidak rumit.

Mungkin satu fitur yang saya rasa masih harus ditambahkan (mungkin, kalau bisa) di SE-TrayMenu, yaitu fungsi menambahkan group menu layaknya PStart. Karena mungkin terasa ribet dibayangkan jika item program yang dimasukkan berjumlah cukup banyak, bisa-bisa 1 layar penuh tertutup dengan menu.

Website Resmi SE-TrayMenu

Link download (setup: SE-TrayMenu.exe) / (portable: SE-TrayMenu.zip)

Program-program yang mempunyai fungsi untuk meluncurkan program lain lewat susunan menu tersendiri seperti di atas memang tidak dikhususkan untuk pengguna Windows Starter Edition saja, melainkan untuk semua orang pengguna semua edisi Windows yang merasa perlu menambahkan ‘launcher’ ekstra sebagai tambahan dari menu start Windows standard.
Jadi, silahkan dicoba. Siapa tahu Anda suka dan mulai menggunakan menu personal semacam ini mulai sekarang.