Sebagian dari kita yang berkutat sepanjang hari dengan komputer mungkin jarang melihat dunia luar yang seharusnya. Sebagai contoh, pergantian waktu saat matahari terbenam. Yang ada hanyalah layar monitor komputer dengan semua prosesnya, mungkin bermain game, editing gambar, menulis teks, surfing di internet dsb. Atau mungkin yang sedang trend saat ini, pencarian di Google tentang video Ariel dan .. hmm, mampu membuat orang betah berlama-lama menatap layar monitor tanpa peduli lagi dengan waktu yang telah dihabiskan.
Tapi tahukah Anda, semakin lama mata kita menerima sinar layar monitor, maka semakin besar pula resiko retina mata kita “terbakar“?
f.luxâ„¢ adalah sebuah aplikasi kecil yang memungkinkan monitor komputer untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pencahayaan yang ada di sekitar secara otomatis, bahkan ketika kita sedang terpaku pada keyboard. Utility ini akan menyesuaikan pengaturan tampilan layar monitor berdasarkan lokasi dan setup pencahayaan yang bisa kita atur sebelumnya, sesuai dengan pencahayaan di dalam ruangan tempat kita berada.

Karena bekerja otomatis mengatur kecerahan monitor, tentu f.lux tidaklah cocok bagi semua pengguna komputer, terutama bagi para desainer atau seseorang yang bergantung pada warna layar yang akurat (meskipun di sini kita bisa menggunakan opsi untuk menonaktifkan f.lux selama satu jam ke depan untuk adaptasi). Tetapi bagi sebagian besar lainnya, utility ini cukup menjanjikan untuk dicoba dan digunakan harian.
Ya, mungkin akan terasa canggung bagi kita ketika melihat reaksi peredupan monitor. Tetapi setelah 1 atau 2 hari pemakaian, mungkin kita baru bisa rasakan manfaatnya.

Lalu bagaimana cara penggunaan atau seting f.lux ini?
Sebenarnya, f.lux akan mengatur semuanya secara otomatis. Yang perlu dilakukan hanyalah memberi petunjuk saat pemakaian pertama kepada f.lux tentang dimana lokasi geografis kita, dan seberapa besar tingkat pencahayaan di ruang tempat komputer berada. Ini bisa dilakukan lewat menu ‘Change Setings‘.

Dengan menggunakan slider/tombol geser, kita mesti mengatur tingkat cahaya yang ada di ruangan sesuai level yang ada, yaitu ‘Halogen‘ (setara bolam), ‘Fluorescent‘ (setara lampu neon) ataupun ‘Daylight‘ (seterang di luar ruangan ketika siang hari). Ini berlaku untuk dua sisi waktu, yaitu ‘Daytime‘ (siang) ataupun ‘At night‘ (malam).
Setelah itu, kita mesti memasukkan lokasi geografis kita berada dengan mengklik tombol ‘Change‘.

Masukkan saja koordinat geografis kita lalu klik tombol ‘OK‘.
Tidak tahu berapa koordinat geografis kita? Tidak masalah, karena jika terhubung online dengan internet, koordinat ini bisa didapatkan hanya dengan klik tombol ‘Locate…‘.

Cukup dengan memberi input nama tempat kita berada (contoh: lokasi AcaRossa.web.id), dan … koordinat lokasi bisa langsung ditampilkan. Tinggal copy & paste saja, bukan?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, semua itu memang perlu adaptasi. Begitu juga dengan f.lux. Mungkin mata kita akan terasa aneh melihat monitor yang langsung turun drastis di tingkat kecerahannya. Namun, setelah mampu beradaptasi, kita bisa merasakan bahwa mata kita tidak mudah lelah menatap monitor meskipun dalam kurun waktu yang cukup lama.

Secara pribadi, saya menilai f.lux cukup baik dalam melaksanakan tugasnya. Cuma sayangnya, belum ada fasilitas pengaturan cahaya berdasarkan inputan ‘webcam‘ yang pastinya lebih akurat dibandingkan kalau harus mengatur secara manual.
Ya, mudah-mudahan nantinya fitur itu akan disematkan di versi-versi f.lux yang akan datang.

Salam, semoga bermanfaat.