TipMenyimpan data, baik itu berupa file-file kantoran, installer program, file-file video ataupun lagu MP3 mungkin bukan hal baru bagi semua pengguna komputer. Dari yang semula hanya menghabiskan sekian Megabyte ruang kosong di harddisk komputer, hingga pada suatu saat pasti akan membengkak, mencapai sekian Gigabyte, apalagi jika sang pengguna termasuk orang yang cukup aktif dengan komputernya.
Lantas apakah semua akan disimpan di harddisk komputer sampai penuh? Bolehlah menambah harddisk baru untuk pengguna komputer desktop. Tapi bagaimana dengan pengguna laptop? Mengganti harddisk?
Bagaimana jika harddisk yang terpasang di PC atau laptop rusak dan tidak bisa diakses sama sekali? Hilang sudah semuanya (Jangan heran: Sekian jam Anda menggunakan komputer, sekian jam juga harddisk yang terpasang mendekati tutup usia).
Sebenarnya, cara yang paling mudah untuk menyimpan data adalah dengan menggunakan media eksternal, terutama untuk data/file yang tidak sering diakses. Namun cukup dianjurkan agar data/file penting juga ikut disimpan di situ.
Media eksternal yang saya maksud di sini adalah media keping CD/DVD dan harddisk eksternal.

Yang perlu dipertimbangkan untuk menyimpan data di media eksternal adalah berapa besar jumlah data yang dapat ditampung pada setiap jenis media.
~ Hardisk (eksternal) akan menyimpan 160GB sampai 2TB (2000GB) data saat ini.
~ CD menyimpan hingga 700MB data.
~ DVD standar mampu menyimpan hingga 4,7GB data.
~ DVD Dual Layer akan menyimpan hingga 9,4GB data.

Menggunakan Keping CD atau DVD.

CD - DVD discs

Keuntungan dengan merekam data ke CD atau DVD adalah bahwa Anda bisa memberikan keping CD/DVD tersebut kepada orang lain ketika Anda membutuhkan segmen data tertentu yang akan diberikan atau dipinjamkan, misalnya.
Tapi tidak apa-apa jika Anda bersedia memberikan harddisk eksternal Anda untuk dipinjamkan, atau malah diberikan secara ikhlas (Terima kasih, Anda sungguh dermawan..).

Kekurangan utama adalah:

  • DVD umumnya merekam dengan kecepatan maksimal sampai 20MB/detik saja.
  • Sekali pakai. Boleh saja Re-Writeable, tetapi dalam 2 kali proses rekam saja, Anda wajib kawatir data menjadi rusak.
  • DVD punya banyak format, DVD-R dan DVD+R. Artinya, jika Anda merekan DVD lewat drive DVD yang berformat DVD-R, sudah pasti keping DVD ini tidak bisa dibaca lewat drive DVD berformat DVD+R.
  • Keping CD/DVD sensitif terhadap panas dan kelembaban.
  • Dan yang pasti, Anda perlu CD/DVD drive (Yang pakai Netbook, pusing kan?).

Menggunakan Harddisk eksternal (USB).

External hard discs

Keuntungan menggunakan Harddisk eksternal (USB) tentu tidak perlu dipertanyakan lagi, diantaranya:

  • Kecepatan data transfer hingga 65MB/detik.
  • Satu media untuk berjuta-juta data.
  • Karena menggunakan port USB, Harddisk eksternal bisa digunakan di komputer mana saja (portabel).
  • Dalam mode non-operasional, harddisk jauh lebih tahan panas dan kelembaban.

Kekurangannya? Cuma satu: Mahal!

Kesimpulan
Ketika kita ingin menyimpan data, yang diperlukan adalah media penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan data kita. Kita mungkin memiliki data yang dapat ditampung di keping CD/DVD, dan dalam hal seperti itu kita bisa langsung burning/merekamnya ke dalam sekeping CD atau DVD saja.
Tetapi jika untuk tujuan backup, kita bisa melihat bahwa menggunakan harddisk eksternal akan menjadi pilihan yang paling tepat.

Sekedar info:
Harddisk eksternal USB sebenarnya hanyalah sebuah harddisk untuk laptop (2.5inch) yang ditempatkan dalam wadah/casing khusus yang bekerja menggunakan power dari port USB (sekitar 500mAh maksimal, USB 2 keatas).
Jadi, jika ada hardisk laptop yang tidak terpakai, kita bisa memanfaatkannya dengan cukup membeli casing harddisk eksternal USB saja.
Di pasaran, casing harddisk eksternal USB bisa kita peroleh dari yang cuma seharga Rp.50 ribuan (murah-meriah) sampai yang Rp.600 ribuan (branded).