HJ-SplitMeng-copy sebuah file dari 1 komputer ke komputer lain tentu adalah pekerjaan yang sangat mudah dan sering dijumpai. Cukup ambil flashdisk, copy dan bawa ke komputer tujuan. Tidak ada masalah. Namun bagaimana jika file yang ingin di-copy lebih besar ukurannya ketimbang kapasitas flashdisk yang dimiliki?
Misalkan kita akan meng-copy file berukuran 4GB, sementara flashdisk yang kita miliki hanya berkapasitas 2GB (maksimum)? Tentu tidak bisa. Apalagi kalau flashdisknya berukuran 512MB, ups.. merana jadinya.
Untuk membantu ketika menghadapi hal seperti ini, sebenarnya ada sebuah program kecil yang bisa kita gunakan, yaitu HJ-Split.
HJ-Split adalah sebuah program yang berfungsi untuk memecah sebuah file besar menjadi beberapa file yang lebih kecil ukurannya agar lebih mudah untuk diakses.

HJ-Split Main Menu

Tidak hanya berguna untuk memecah file berukuran besar saja, sebuah file berukuran kecil pun juga bisa dipecah-pecah lagi. Ini cukup bermanfaat ketika kita ingin melampirkan sebuah file ke dalam email, misalnya.
Seperti yang sudah kita maklumi, beberapa email provider membatasi besaran lampiran file sampai sekian MB. Hal ini bisa diatasi dengan memecah file tersebut menjadi beberapa bagian, kemudian sang penerima harus menyatukannya lagi menjadi sebuah file utuh yang sebenarnya.

HJ-Split memiliki 4 fungsi utama, yaitu Split, Joint, Compare dan Checksum.

Agar lebih mudah dipahami, lewat AcaRossa, berikut ini saya mencoba untuk mempraktekkan seperti apa dan bagaimana caranya menggunakan HJ-Split, tentu di setiap fungsi yang dimiliki.
Sebagai bahan percobaan, saya telah menyiapkan sebuah file berukuran cukup besar yang (ceritanya nih..) akan saya copy menggunakan sebuah flashdisk berukuran 2GB (kapasitas asli maksimumnya hanya 1.9GB).

File split.
Fitur ini berfungsi untuk memecah sebuah file menjadi beberapa file yang berukuran lebih kecil, dengan besaran (Size) yang bisa diatur oleh sang pengguna (minimal 1KB).
Kali ini saya mencoba memecah sebuah file besar (AcaRossa-FULL-Backup.tib) berukuran 6.2GB, menjadi beberapa file kecil, yang saya atur agar berukuran maks 1.800MB tiap file.

File split

Setelah proses pemecahan selesai, pada folder output telah dihasilkan 3 file berukuran 1.75GB dan sebuah file berukuran 167MB (sisa pemecahan file). File-file ini punya ekstensi nomor sesuai dengan jumlah file yang dihasilkan.

Output file

 

File join.
Fitur ini berfugsi untuk menyatukan kembali keseluruhan file-file yang dipecah tadi untuk menjadi 1 file utuh seperti yang seharusnya. Yang digunakan sebagai acuan adalah file dengan ekstensi .001, karena ini adalah file pertama yang berisi data-data penting tentang pecahan file yang lain. Sementara file berektensi lainnya (.002,.003 dst) harus berada pada folder yang sama.

File join

 

File compare.
Fitur ini berfungsi untuk membandingkan file hasil proses penggabungan (join) dengan file asli, apakah sama persis tanpa cacat, atau berbeda (yang menandakan adanya kerusakan file karena proses split/join).

File compare

Fitur ini juga sangat berguna jika kita ingin membandingkan di antara 2 file, apakah memang file berbeda ataukah 1 file yang sama/identik.

 

File checksum.
MD5 checksum adalah sebuah “sidik jari” elektronik untuk sebuah file digital. Biasanya sangat berguna jika kita ingin memeriksa sebuah file apakah sesuai dengan informasi MD5 checksum yang disertakan. Lebih sering digunakan untuk proses download atau upload.
Sebagai contoh umum;
Ketika saya mengirim sebuah email yang berisi sebuah lampiran file besar, saya akan menuliskan berapa kode MD5 checksum file tersebut. Sang penerima email seharusnya memeriksa file tersebut dengan software penghasil MD5 Checksum. Jika MD5 Checksum yang dihasilkan tidak sesuai dengan MD5 Checksum yang saya sebutkan, berarti ada kerusakan (corrupt) selama proses pengiriman.
Fitur inilah yang dimiliki oleh HJ-Split, menerbitkan MD5 checksum dari semua file yang ingin diperiksa.

MD5 Checksum

 

HJ-Split sangat mudah digunakan dan relatif aman. Selain itu, program ini cukup kecil (versi 3.0 berukuran 197KB) dan bersifat portable tanpa instalasi, sehingga mudah ditempatkan di flashdisk dan dibawa kemana-mana.
Lama waktu proses split tergantung dari jenis dan ukuran file yang digunakan. Semakin besar file yang akan dipecah, tentu semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk prosesnya.
Sebagai gambaran: Saat melakukan percobaan split file berukuran 6.2GB diatas, saya memerlukan waktu sekitar 80 menit sampai selesai. Saat itu HJ-Split menggunakan proses CPU rata-rata 70% dan memakan memori/RAM 300MB. Sementara laptop yang saya gunakan dengan spesifikasi AMD Dual Core (Turion) 1.7GHz, RAM 2GB, dan harddisk 5200RPM.

HJ-Split bisa diperoleh gratis di website HJ-Split.org, dan tersedia dalam beberapa versi untuk operating system yang berbeda (Windows, Linux, Mac dsb). Untuk pengguna Windows, silahkan download di halaman download HJ-Split.org untuk Windows ini.