Kaspersky Rescue DiskJika sebelumnya saya sudah menulis tentang cara download dan install Kaspersky Rescue Disk, maka kali ini saya akan sedikit bercerita tentang bagaimana mengupdate database anti virus virus dan menggunakan Kaspersky Rescue Disk untuk “menyembuhkan” komputer yang sudah terlanjur terinfeksi virus.
Kaspersky Rescue Disk 10 saya pilih untuk saya publikasikan lebih jauh karena memang rescue CD ini paling mudah untuk dimengerti dan digunakan, baik bagi kalangan pengguna pemula (newbie), maupun pengguna komputer kelas mahir (geeks).
Baiklah, agar tidak banyak menyita tempat (karena gambar-gambar yang saya sertakan cukup banyak), kita langsung pada inti artikelnya: Cara Menggunakan Kaspersky Rescue Disk 10 dan mengupdate databasenya.
Yang harus disiapkan adalah CD/DVD/USB flashdisk yang sudah terinstall Kaspersky Rescue Disk 10. Jika belum punya, silahkan baca cara download dan install Kaspersky Rescue Disk di artikel saya sebelumnya.

  • Restart komputer, pastikan Anda telah menyeting komputer untuk booting dari CD/DVD drive atau USB flashdisk, bukan harddisk (Windows).
  • Saat berjalan pertama kali, Kaspersky Rescue Disk 10 akan memberi Anda waktu sampai 10 detik agar komputer booting dan menjalankan proses kerja Kaspersky. Jika terlambat, komputer akan langsung booting lewat harddisk (Windows).

Tekan tombol untuk lanjut

  • Tekan sembarang tombol, maka Anda akan diberi pilihan bahasa yang akan digunakan

Pilih bahasa yang digunakan

  • Pilih bahasa yang diinginkan. Selanjutnya akan ditampilkan pilihan untuk menggunakan interface grafis, modus teks saja, informasi hardware komputer, restart, dan mematikan komputer. Pilih menu “Kaspersky Rescue Disk. Graphic Mode“.

Pilihan menu awal

  • Kaspersky Rescue Disk akan mendeteksi model VGA yang paling cocok untuk dipakai. Jika tidak bisa terdeteksi, Kaspersky Rescue Disk akan menampilkan pesan error, dan proses distop. Sudah saya tes, dan bekerja dengan baik pada komputer dengan chipset VGA intel (GMA), ATI (Radeon Mobility) dan NVidia (Geforce MX).
  • Selanjutnya akan langsung masuk ke program utama Kaspersky Rescue Disk 10, seperti gambar di bawah ini

Interface Kaspersky Rescue Disk 10

  • Perhatikan gambar di atas, warna dari ikon berfungsi untuk menunjukkan status dari program Kaspersky Rescue Disk, yaitu Hijau = Normal; Kuning = Peringatan (Misal: Database virus perlu diupdate); Merah = Bermasalah (Misal: Ditemukan infeksi virus atau database rusak).

Identitas ikon

  • Dianjurkan untuk mengupdate database Kaspersky Rescue Disk (jika belum dilakukan), seperti contoh gambar dibawah ini (Anda harus online ke internet)

Update database

  • Selesai update database, seharusnya status ikon menjadi hijau.
  • Tinggal pilih lokasi mana saja yang akan diperiksa (drive, sebaiknya tidak menghapus tanda centang pada Disk boot sector dan Hidden startup objects), lalu klik menu “Start Objects Scan” untuk memulai proses scan.

Status siap scan

  • Selesai proses scan, Kaspersky Rescue Disk akan menampilkan status terakhirnya. Dan jika ditemukan indikasi adanya infeksi virus, akan seperti inilah bentuk peringatannya:

Infeksi virus terdeteksi

  • Tinggal klik tombol “Neutralize All” (atau “Details…” jika ingin melihat lebih detil), maka Kaspersky Rescue Disk akan mencoba membersihkan semua jenis infeksi yang terdeteksi. Jika gagal, maka file-file yang terinfeksi (termasuk file program virus itu sendiri) akan dipindahkan ke Quarantine (Folder khusus karantina; file akan disimpan dalam format khusus sebagai backup).

Cara Seting Network Dan Update Database Kaspersky Rescue Disk
Pada dasarnya Kaspersky Rescue Disk mampu mengatur sendiri konfigurasi untuk koneksi ke internet jika menggunakan LAN/Eternet dan modem DSL. Jadi Anda tidak perlu susah-susah melakukan setingan seperti yang akan saya sampaikan dibawah ini.
Tapi jika komputer yang digunakan menggunakan proxy server, Wi-Fi, atau malah 2 koneksi aktif bersamaan, maka konfigurasi untuk koneksi ke internet harus diinput secara manual.
Sedangkan modem-modem eksternal dial-up jenis USB (GSM, CDMA, dsb) tidak bisa bisa digunakan, karena tidak dikenali oleh Kaspersky Rescue Disk.
Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan konfigurasi koneksi ke internet secara manual (Pilihan jenis adapter di sini hanya contoh yang kebeteluan ada di komputer saya. Jenis dan model adapter tergantung dengan apa yang dimiliki oleh komputer Anda):

  • Klik tombol start menu utama system Kaspersky (pojok kiri bawah).

Start menu Kaspersky Rescue Disk

  • Pilih menu “Network setup“.

Pilih konfigurasi

  • Saat ditampilkan window pilihan seperti di atas, silahkan klik tombol “Configure network adapter“.

Eternet adapter

  • Silahkan pilih network adapter yang ada (LAN/eternet) lalu klik tobmbol “OK“.

Konfirmasi pilihan

  • Konfirmasi pilihan Anda dengan menekan tombol “YES“.

TCP/IP setup

  • Dengan menekan tombol “OK“, Kaspersky Rescue Disk akan langsung meng-konfigurasi-kan secara otomatis setelan yang tepat untuk adapter yang dimaksud. Namun jika Anda menggunakan proxy server, di sini Anda mesti memasukkan parameter-parameter yang diperlukan (Manual configuration).
  • Sedangkan untuk koneksi Wi-Fi, pada saat memilih jenis network adapter, pastikan adapter Wi-Fi Anda sudah menyala dan ada pada pilihan adapter:

Wi-Fi adapter

  • Klik saja tombol “OK“. Maka Anda wajib memberi inputan tentang jaringan hot-spot yang akan digunakan:

Parameter Wi-Fi

  • Kaspersky Rescue Disk akan mencoba mendeteksi IP dari jaringan Wi-Fi yang digunakan. Ini juga terjadi ketika Anda menggunakan adapter lain (kecuali proxy server).

Deteksi IP

Ketika semua koneksi telah terjadi, maka update database Kaspersky Rescue Disk sudah bisa dilakukan.

Penting Untuk Diketahui.
Saat digunakan di komputer, Kaspersky Rescue Disk akan menciptakan sebuah folder khusus di drive C: (C:\Kaspersky Rescue Disk 10.x). Folder ini berisikan file-file yang di karantina, file-file report, dsb. Termasuk database Kaspersky Rescue Disk hasil online update, jadi tidak disimpan pada CD/DVD/flashdisk tempat instalasi Kaspersky Rescue Disk.
File-file yang dikarantina bisa dikembalikan lagi ke tempatnya semula jika dirasa perlu. Cukup dengan memilih menu “Quarantine”, lalu pilih file yang akan direstore.
Kaspersky Rescue Disk tidak mampu mengenali komputer yang diinstal dengan 2 OS yang berbeda (dual boot). Artinya, hanya OS utama yang akan dijadikan acuan.
Selain sebagai cleaner, Kaspersky Rescue Disk juga dilengkapi dengan fitur File Manager dan browser internet standar dari Mozilla (Namoroka) untuk online jika diperlukan.

Salam. Semoga bermanfaat bagi yang memerlukan.