SpeedFanSuhu komputer yang terlalu panas tentu bukan pertanda baik, selain akan membuat komputer sering hang, dalam jangka panjang akan membuat komputer mengalami kerusakan secara phisik karena terbakar pada komponen tertentunya. Salah satu penyebab suhu tinggi pada komputer mungkin karena sirkulasi udara di dalam CPU yang kurang memadai.
Sebenarnya, hal seperti ini bisa dengan mudah diatasi, cukup dengan mengganti/menambah kipas exhaust yang memiliki kecepatan putaran (RPM) lebih tinggi. Sayangnya ini bukan jalan yang mudah diterapkan pada komputer jenis portable (laptop), ataupun pada beberapa komputer desktop branded dengan model kompak.
Jika sudah begini, jalan yang bisa ditempuh hanyalah dengan memaksimalkan fasilitas yang ada, yaitu dengan mengatur agar kipas bekerja dengan kecepatan maksimal, tentunya dengan bantuan software pihak ketiga, yaitu SpeedFan.
SpeedFan adalah program yang berfungsi untuk memonitor tegangan, kecepatan kipas dan suhu di komputer dengan menggunakan sensor hardware yang ada. SpeedFan bahkan bisa mengakses informasi S.M.A.R.T. dan menunjukkan suhu hard disk (termasuk drive SCSI). Sedangkan fitur utama SpeedFan adalah untuk mengatur kecepatan putaran kipas pada komputer (Proccessor, GPU, Chipset) agar sesuai dengan keinginan dan kodisi yang ada.
Namun, menginstall saja tidak akan membuat SpeedFan bisa bekerja sesuai fungsinya. Masih diperlukan setingan yang sesuai agar efeknya bisa langsung terlihat nyata.
Sebagai contoh:
Berikut adalah saat pertama kali saya menjalankan SpeedFan setelah diinstall pada laptop Dell Vostro yang saya gunakan:

Antarmuka SpeedFan

Bisa dilihat bahwa meskipun suhu laptop cukup tinggi, SpeedFan masih belum bekerja dengan semestinya. Kecepatan kipas pun masih pada putaran menengah. Walhasil, laptop masih dalam kondisi panas (dan suhu terus merangkak naik..).

Disinilah diperlukan setelan SpeedFan yang benar (dan sesuai keinginan) agar kondisi suhu panas CPU bisa segera teratasi.
Sebagai langkah awal, berikut adalah setelan yang saya lakukan pertama kali pada menu Ubah/Configure:

Mengubah - Suhu

Khusus untuk pengguna komputer dengan merek DELL, dukungan perangkat sensor mesti di pilih/centang.
Lalu mengatur agar kecepatan kipas yang diinginkan bisa berlaku secara otomatis:

Mengubah - Kecepatan

Sedangkan gambar cara pengaturan SpeedFan di bawah ini adalah bagian yang sangat penting, karena mencakup banyak sisi:

Mengubah - Speed Control

Urutan langkahnya, (sesuai dengan penomoran pada gambar yang saya cantumkan di atas) adalah sebagai berikut:

  1. Pilih menu Fan Control.
  2. Pilih (centang) Advanced fan control.
  3. Klik tombol ‘Add‘. Ini akan menampilkan jendela baru untuk menciptakan profil pengaturan.
  4. Pilih profil (yang baru dibuat) yang tertera di sana.
  5. Pilih (centang) Controlled speed.
  6. Pilih jenis sensor yang diinginkan (bisa ada lebih dari 1 jenis, tergantung komputer yang digunakan).
  7. Pilih ‘MAX of speed‘ agar kipas menggunakan batas kecepatan maksimal sebagai acuan.
  8. Pada bagian Temperatures, klik tombol ‘Add‘. Ini akan menampilkan jendela baru untuk memilih jenis sensor yang diinginkan. Pilih saja salah satu sensor yang paling tinggi dalam pembacaan suhunya (suhu tiap sensor bisa dilihat pada tampilan utama SpeedFan).
  9. Klik sensor suhu tersebut.
  10. Pada tabel ini, kita bisa menurunkan atau menaikkan batasan suhu yang diinginkan agar kipas bekerja pada kecepatan maksimal (100%). Lalu klik tombol ‘OK‘.

Hasilnya bisa dilihat, meskipun suhu komputer turun dan lebih rendah dari sebelumnya, kecepatan kipas masih bisa dipaksa agar tetap berada pada putaran maksimal!

Pembacaan SpeedFan

Sedangkan opsi di bawah saya pilih agar SpeedFan mampu memberikan informasi berapa suhu yang ada secara real time pada system tray. Dan karena hanya ada 1 nilai suhu saja yang bisa ditampilkan, maka saya memilih sensor dengan suhu paling tinggi.

Mengubah - Suhu

Meskipun demikian, ketika saya lewatkan (hover) mouse ke arah icon SpeedFan di system tray, toh semua suhu yang tertangkap sensor juga langsung ditampilkan:

Icon SpeedFan di tray

Sayangnya, tidak semua komputer bisa menggunakan SpeedFan. Hal ini dikarenakan setiap pabrikan komputer memiliki desain dan konfigurasi yang berbeda.
Sebagai contoh, SpeedFan sudah saya coba dan berfungsi dengan baik pada 3 laptop yang saya gunakan: DELL Vostro, DELL Latitude, Toshiba Satelite, Fujitsu DeskPower (desktop), dan CPU rakitan dengan motherboard Asus. Sementara 2 komputer yang lain, Acer Ekstensa (laptop) dan LT Series (netbook), tidak bisa digunakan karena control kecepatan kipas tidak bisa terdeteksi, meskipun suhu semua sensor bisa terbaca oleh SpeedFan.
Jadi, mencoba sendiri pada komputer masing-masing adalah jalan terbaik untuk mengetahui apakah SpeedFan bisa digunakan atau tidak.

Catatan penting.

  • SpeedFan dalam artikel ini digunakan untuk memaksimalkan putaran kipas pendingin, bukan untuk mengatasi panas yang disebabkan karena penyumbatan sirkulasi udara oleh debu di dalam komputer.
  •  Jika pada saat dijalankan pertama kali SpeedFan tidak bisa mendeteksi keberadaan kipas pada komputer, bisa dipastikan bahwa SpeedFan tidak bisa bekerja/berfungsi pada komputer tersebut (kecuali pada komputer DELL, keberadaan kipas harus diset terlebih dahulu pada menu ‘Pilihan‘/’Option‘ seperti gambar no.2 di atas).
  • Jika pada saat SpeedFan dijalankan pertama kali dan komputer langsung hang atau mengalami Blue Screen (BSOD), ini menandakan bahwa ada suatu masalah pada perangkat (SMBus) di komputer tersebut. Yang perlu dilakukan adalah dengan menambah perintah baris / command line pada shortcut SpeedFan, seperti di bawah ini:

Tambah perintah baris

Jika masih tidak berhasil, berarti SpeedFan tidak bisa digunakan pada komputer tersebut.

SpeedFan merupakan software gratis yang diciptakan oleh Alfredo Milani. Dan jika berminat, bisa Anda peroleh dan download dengan mudah di website resmi SpeedFan.

Selamat mencoba.